Minggu, 04 Maret 2012

bahan kimia berbahaya

BAHAN KIMIA BERBAHAYA DAN BERACUN DALAM PANGAN

PENDAHULUAN
Pangan adalah segala sesuatu yanga berasal dari sumber hayati dan air,baik yang diolah maupun tidak diolah,yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia,termasuk didalamnya adalah bahan tambahan pangan,bahan baku pangan, dan bahan lain yang sengaja ataupun tidak senagja bercampur dengan makanatau minuman tersebut.
Berdasarkan cara perolehannya,pangan dapat dibedakan menjadi tiga :
Pangan Segar
Pangan segar adalah pangan yang belum mengalami pengolahan.Pangan segar dapat dikonsumsi langsung ataupun tidak langsung,yakni dijadikan bahan baku pengolahan pangan.
Pangan Olahan
Pangan olahan adalah makanan atau minuman hasil proses pengolahandengan cara metode tertentu dengan ataupun tanpa bahan tambahan,misalnya: teh manis,nasi,pisang goring dan sebaginya.Pangan olahan bias dibedakan lagi menjadi olahan siap saji dan tidak siap saji.
Pangan olahan siap saji adalah makanan dan minuman yang sudah diolah dan sipa disajikan ditempat usaha atau diluar tempat usaha / dasar pesanan.
Pangan olahan tidak siapsaji adalah makanan atau minuman yang sudah mengalami proses pengolahan,akan tetapi masih memerlukan tahapan pengolahan lanjutan untuk dapat dimakan atau diminum.
Pangan Olahan tertentu
Pangan olahan tertentu adalah pangan olahan yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu dalam upaya memelihara atau meningkatkan kualitas kesehatan,misalnya susu rendah lemak untuk orang diet lemak.
Apapun jenis pangan,produksi pangan merupakan kegiatan atau prose menghasilkan,menyiapkan,mengoalh,membuat,mengawetkan,mengemas,mengemas kembali dan atau mengubah bentuk pangan.Setiap usaha produksi pangan harus bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan proses produksi atau rantai panganyang meliputi proses prosuksi, penyuimpanan, pengangkutan, dan peredaran pangan.
Dalam setiap produksi yang menghasilkan pangantidak lepas dari proses diatas dan proses proses tersebut selalu berkaitan dengan variable variable lain yaitu bahanbahan kimia untuk membantu proses, misalnya pada proses pengolahan sering digunakan bahan tambahan pangan (BTM) seperti pengawet makanan, pewarna makanan,zat anti kempal dan lain lain.Selain itu dalm proses peredaran semisal makanan basah (kue,gorengan, dll) yang dijual di pinggir jalan yang ramai dengan kendaraan bermotor sangat mungkin terkontaminasi dengan zat zat kimia polutan hasil pembakaran kendaraan.
Akan tetapi hal hai tetsebut bukan lah suatu halangan bagi manusia untuk selalu mengkonsumsi makanan ( pangan ) karena makan adalah kebuthan pokok manusia.Setiap hari manusia harus makan untuk memberi tenaga pada tubuh.Kebutuhan pokok manusia akan pangan menuntut manusia untuk memperhatikan hal hal berikut dalamprose produksi makanan,yaitu :
Mencegah tercemarnya makan oleh cemaran biologi,kimia dan benda lain yang dpat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan konsumen.
Mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik pathogen serta mengurangi jumlah jasad renik lainnya.
Mengendalikan proses antara lain bahan baku, penggunaan bahan tambahan makanan, pengolahan, pengemasan,penyimpanan,dan pengngkutan serta cara penyajian.
II.INTI
A.Penyebab Terkontaminasinya Pangan Oleh Bahan Kimia Beracun
Penyediaan Bahan Baku
Suatu produk makananbisa terkontaminasi bahan kimia beracun berawal dari penyediaan bahan baku.Bahan baku makanan yang kebanyakan merupakan hasil dari proses penanaman ( tumbuhan ).Semakin berkembangnya zaman, dalam prosespenanaman suatu bahan pangan tidak lepas dari berbagaizat kimia seperti pupu, ataupun obat anti hama.
Penggunaan pupuk dalm proses penanaman adalh salah satu factor yang menyebabkann terakumulasinya bahan kimia beracun dalam bahan pangan.pupuk pupuk sintesis yang banyak digunakansaat ini merupakan factor yang dominan.Misalnya pupuk puk sintesis yang mengandung bahan kimia beracun antara lain DDT.Panggunaan DDT dalam proses pemupukan menimbulkan efek yang dasyat pada tanaman.Selain DDT penggunaan pupuk sintesis seperti ureu NPK, ZA juga menambah jumlah akumulasi zat kimia beracun di dalam tanaman
DDT
Rumus struktur
Kandungan kimia keseluruhan
Guna (Dampak pada tanah )
Proses akumulasi dan lama waktu
Kadar maksimum hubungan dengan kadar dipasaran (kadar penyemprotan di masyarakat hungan dengan kadar maksimum yang sehat)
Bahaya
Urea
Rumus struktur
Kandungan kimia keseluruhan
Guna (Dampak pada tanah )
Proses akumulasi dan lama waktu
Kadar maksimum hubungan dengan kadar dipasaran (kadar penyemprotan di masyarakat hungan dengan kadar maksimum yang sehat)
Bahaya
NPK
Rumus struktur
Kandungan kimia keseluruhan
Guna (Dampak pada tanah )
Proses akumulasi dan lama waktu
Kadar maksimum
Bahaya
ZA
Rumus struktur
Kandungan kimia keseluruhan
Guna (Dampak pada tanah )
Proses akumulasi dan lama waktu
Kadar maksimum hubungan dengan kadar dipasaran (kadar penyemprotan di masyarakat hungan dengan kadar maksimum yang sehat)
Bahaya
Secara umum pupuk merupakan bahan kimia yang terakumulasi ke tamnaman melalui akar,pupuk yang meresap ke dalam tanah diserap oleh serabut akar bersamaan dengan penyerapan mineral.
Penggunaan obat anti hama juga merupakan factor yang menyebabkan terakumulasinya zat zat kimia beracun dalam bahan makanan.Akan tetapu mekanisme secara umum berbeda dengan pupuk.Obat anti hama yang biasanya diberikan dengan cara penyemprotan memudahkan bahan bhan kimia tersaebut terakumulasi dalam tubuh tumbuhan melalui pori pori daun ( stomata, lenti sel )
Macam macam obat anti hama yang berpotensi mengakumulasi senyawa kimia beracun dalam tanaman antara lain :
Insektisida
Contoh jenis insektisida
Rumus struktur
Proses akumulasi
Bahaya
Herbisida
Contoh jenis insektisida
Rumus struktur
Proses akumulasi
Bahaya
Fungisida
Contoh jenis insektisida
Rumus struktur
Proses akumulasi
Bahaya
Proses Pengolahan
Tahap proses pengolahan pangan merupakan tahap yang paling potensial untukbercampunrnya pangan dengan bahan bahan kimia berbahaya karena pada proses ini sering ditambahkan bahan tambahan pangan( BTP ).
Bahan tambahan pangan secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunsksn sebagai makanan dan biasanya bukan merupaan komponen khas makanan,mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pengolahan.
Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan adalah dapat meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi, dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan mudah dihidangkan, serta mempermudah preparasi bahan pangan.pada umumnya bahan tambahan pangan dapat dibagi menjadi dua golongan besar,yaitu sebagai berikut
Bahan tambahn pangan yang sengaja ditambahkan dengan sengaja ke dalam makan, dengan mengetahui komposisi bahan tersebut dan maksud penambahan itu dapat memperthankan kesegaran, cita rasa, dan membantu pengolahan, sebagai contoh pengawet,pewarna, dan pengeras.
Bahan tambahan pangan yang tidak sengaja ditambahkan, yaitu bahan yang tidak mempunyai fungsi dalam makanan tersebut,terdapat secara tidak sengaja,baik dlam jumlah sedikit atau cukup banyak akibat perlakuan selama proses produksi atau pengolahan.Bahan ini dapat pula merupakan residu atau kontaminan dari bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan produksi bahan mentah atau penanganannya yang masih terus terbawa ke dalam makanan yang akandikonsumsi, misalnya residu pestisida.
Jenis bahan tambahan pangan ada dua jenis yaitu GRAS ( General Rocognized as Safe), zat ini aman dan tidak berefek toksisk misalnya gula ( glukosa ). Sedangkan jenis lainnya yaitu ADI (Acceptable Daily Intake ) jenis ini selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya ( daily Intake ) demi menjaga melindungi kesehatan konsumen.
Secara hokum bahan tambahan pangan ada dua kategori, bahan tambahan pangan yang diijinkan dan bahan tambahan pangan yang dilarang.
Bahan tambahan pangan yang diijinkan ialah bahan tambahan pangan yang masih diijinkan untuk ditambahkan dalam bahan pangan sesuai denga hokum atau peraturan denga syarat di bawah ambang batas.pada dasarnya bahan bahn ini tidak menimbulkan efek racun yang signifikan selama tidak melebihi ambang batas.Bahan bahan tersebut antara lain
Bahan Pengawet Pangan
Bahan pengawet akan menghambat atau membunuh mikroba yang penting dan kemudian memecah senyawa berbahaya menjadi tidak berbahaya dan tidak toksik.Bahan pengawet akan memengaruhi dan menyeleksi jenis mikroba yang dapat hidup pada kondisi tersebut.Derajat penghambatan terhadap kerusakan bahan pangan oleh mikroba bervariasi dengan jenis bahan pengawet yang digunakan dan besarnya penghambatan ditentukan oleh konsentrasi bahan pengawet yang digunakan.
Bahan pengawet ada dua macam yaitu pengawet organic dan pengawet anorganik.
Pengawet Organik
Pemakaian bahn pengawet satu sisi menguntungkan karena dengan bahan pengawet bahan pangan dapt dibebaskan dari kehidupan mikroba baik yang bersifat pathogen atupun yang nonpatogen yang dapat menyebabkan kerusakan bahan pangan.namun di sisi lain, bahan pengawet pada dasarnya adalah senyawa kimia yang merupakan bahan asing yang masuk bersama bahan pangan yang dikonsumsi.Apabila pemakaian jenis pengawet dan dosisnya tidak diatur maka dapat nenyebabkan kerugian bagi si pemakai,missal keracunan atau yang terakumulasi dalamorgan tubuh dan bersifat karsinogenik.
Bahan bahan pengawet yang sering digunakan dalam makanan dan dapat bersifat racun bagi tubuh antara lain :
Asam benzoate dab garamnya ( Ca, K, dan Na )
Rumus struktur
Metabolisme ini meliputi dua tahap reaksi, pertama dikatalisis oleh enzim syntetase dan pada reaksi kedua dikatalisis oleh enzim acytransferase.
Asam hipurat yang disinpengujiana dalam hati ini,kemudian diekskresikan melalui urin.jadi, di dalam tubuh tidak terjadi penumpukan asam benzoate sisa asam benzoate yang tidak di ekskresi sebagai asam hipurat,dihilangkan toksisitasnya berkonjugasi dengan asam glukoronat dan diekskresi melalui urin.Senyawa ini memberi efek racun yang signifikan pada penderita asma dan orang yang menderita urticaria dan konsumsi dalam numlah besar dapat menyebabkan iritasi lambung.
Asam Sorbat dan garamnya
Rumus struktur
Pada dasarnya asam sorbat memiliki toksisitas yang rendah dan tidak karsinogenik.Akan tetapi apda kondisi suhu dan konsentrasi tinggi asam sorbat dapat bereaksi dengan nitrit membentuk produk mutagen yang tidak terdeteksi di bawah kondisi normal penggunaan,dan asam sorbat bisa memberi efk iritasi kulit apabila langsung mengenai kulit.
Asam Propionat dan garamnya
Rumus struktur
Asam propionate dalam tubuh dimetabolisme menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti pada asam lemak menjadi CO2 dan H2O.Berdasarkan laporan sifat racun asam dan garam propionate antara lain, bahwa asam propionate dan garamnya mempunyai aktivitas antihistamin local,sedangkan natrium dan kalium propionate memberi pengaruh penyebab migrant.
Ester dari asam benzoate (paraben)
Ester asam benzoat memberikan gangguan berupa reaksi spesifik.Senyawa metil-p-hidroksi benzoat dan garam natriumnya,memberi efek terhadap kesehatan dengan timbulnya reaksi alergi pada mulut dan kulit.Sedangkan propel-p-hidroksibenzoa dan garam natriumnya terutam bagi penderita asma dan urticaria dan yang sensifif terhadap aspirin akan memberi efek reaksi alergi pada kulit dan mulut.
Pengawet anorganik
Pada kenyataan bahwa semua bahan kimia yang digunakan sebagi bahan pengawet adalh racun,tetapi toksisitasnya sangat ditentukan oleh jumlah yang diperlukan untuk menghasilkan pengaruh atau gangguan kesehatan atau sakit, karena itulah diakan konsep ADI ( acceptable Daily Intake ).Contoh bahan pengawet anorganik antara lain :
*Sulfur oksida ,
sulfur oksida merupakan bahan pengawet yang sangat luas pemakaiannya,namun pada dosis tertentu dapt menimbulkan gangguan pada kesehatan tetapi belum ada pengganti belerang dioksida yang sama efektifnya.Keracunan sulfur dioksida dapat menyebabkan luka usus.dan suatu hasil penelitian menyatakan bahwa anak anak pengidap asma hipersensitivitas atau intolerasnsinya terhadapbahanpengawet lebih kecil dibanding dengan orang dewasa.
*Nitrit
Dalam bahan pangan dalam kondisi tertentu akan terjadi reaksi antara nitrit dan beberapa amin secara alami sehingga membentuk senyawa nitosoamin yang dikenal sebagai senyawa karsinogenik.
Baik dalm pangan maupun pencernaan,senyawa mudah diubah menjadi nitrit,yaitu senyawa yang tergolong racun,khususnya NO yang terserap dalam darah,mengubah hemoglobin darah manusia menjadi nitrose hemoglobin atau methaemoglobin yang tidak berdaya kagi mengngkut oksigen.Kebanyakan methaemoglobin, penderita menjadi pucat,cianosis, sesak nafas, muntah, dan shock.dan bisa mati bila dosis leboih dari 70%.
Daftar bahan pengawet Anorganik yang diizinkan pemakainnya dan dosis maksimum yang diperkenankan olrh DirJen POM ( lampiran peraturan menteri kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88.
Daftar bahan pengawet Organik yang diizinkan pemakainnya dan dosis maksimum yang diperkenankan olrh DirJen POM ( lampiran peraturan menteri kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88.
Bahan pewarna makanan
Bahan Tambahan Kimia yang dilarang
Berbagai bahan tambahan makanan memiliki efek tertentu terhadap kesehatan.Perlu dibedakan antara toksisitas ( toxicity ) dan bahaya ( hazard ).Toksisitas merupakan kapasitas suatu bahan untuk menghasilkan cacat atau luka ( injury ).Bahaya merupakan kemungkinan timbulnya cacat atau luka akibat penggunaan bahan secara sengaja.Telah diketahui bahwa banyak komponen pangan, baik alami maupun yang ditambahakan bersifat toksik pada kadar tertentu,Bahan tambahan pangan yang bisa menyebabkan kanker pada manusia atau hewan tidak boleh dianggap aman dan evaluasi penelitiann terakhir menunjukkan bahwa bahan tambahan makanan yang berbahay meliputi sifat karsinogenik,mutagenic dan teratogenik disamping toksisitas.Meskipun begitu masih sangat banyak penggunaan bahan tamabahan makanan yang bersifat racun pada berbagai jenis makanan saat ini.dan meskipun telah ditetapkan dalam undang undang tentang pelarangan penggunaan bahan tambahan pangan yang beracun itu hany sekedar peraturan yang masih banyak dilanggar di Indonesia,bahan tambahan pangan yang terlarang ( beracun ) tersebut antara lain :
Asam Borat
Rumus struktur
Asam borat merupakan senyawa bor yang dikenal juga dengan nama borax.Di jawa barat dikenal juga dengan nama” bleng”, di jawa tengah dan jawa timur dikenal denag nama “pijer”.Tujuan penambahan boraks pada proses pengolahan makanan adalh untuk meningkatkan kekenyalan, kerenyahan , serta memberikanras gurih dan kepadatan terutama pada jenis makanan yang mengandung pati.
Komposisi dan bentuk asam borat mengandung 99,0% dan 100,5% H3BO3.mempunyai bonbot molekul 61,83 dengan B = 17,50 %; H = 4,88 %;O = 77,62% berbentuk serbuk hablur Kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis.
Senyawa asam borat mempunyai sifat sifat kimia sebagi berikut : titik lebur sekitar 1710 C.Larut dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5 bagian gliserol 85%, dan tak larut dalam eter.Kelarutan dalam air bertambah bila ditambah asam,seperti asm klorida,asam sitrat, atau asam tartrat,mudah menguap dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 1000 C yang secara perlahan asam lemah dan garam alkalinya bersifat basa.Satu gram asam borat larut sempurna dalam 30 bagian air, menghasilkan larutan yang jernih tak berwarna.Asam boat tak tercampur dengan alkali karbionat dan hidroksida.
Pada saat ini borax banyak dimanfaatkan untuk tambahan makanan pada lontong agar teksturnya menjadi bagus,pada bakso dimana biasanya berkisar 0,1 – 0,5 % dari berat adonan bakso atau antara 1000 – 5000 ppm,krupuk,pempek,pisang molen,pangsit, tahu, dan bakmi.
Boraks ( barie acid borax Z) biasanya digunakan juga dalm industry gelas, pelican porselin, alat pembersih, dan anti septic.Kegunaan boraks sebenarnya ialah sebagai zat antiseptic, obat pencuci mata ( barie acid 30%), salep ( boorsalp ) untuk menyembuhkan penyakit kulit, salep untuk mengobati bibir ( borak gliserin ), dan pembasmi semut ( barie acid boraks ).
Efek farmakologi dan toksisitas senyawa boron atau asam borat merupakan bakterisida lemah . Larutan jenuhnya tidak membunuh Staphylococcus aureus, Oleh karena toksisitas lemah sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet panngan,Walaupun demikian, pemakaian berulang atau absorpsi berlebihan dapat mengakibatkan toksik ( keracunan ). Gejala dapat berupa mual, muntah, diare, suhu tubuh menurun, lemah,sakit kepala, rash erythematous, anoreksia, berat badan menurun, ruam kulit, anemia, dan konvulsi dan bahkan bisa menimbulkan shock.Dan bila dikonsumsi terus menerus bisa menyebabkan gangguan pada gerak pencernaan usus, kelainan pada susunan saraf, depresi, dan kekacaun mental.Dalam jumlah serta dosis tertentu borak bisa menyebabkan degradasi mental,serta rusaknyta saluran pencernaan, ginjal, hati, dan kulit karena boraks cepat terabsorpsi oleh saluran pernapasan dan pencernaan, kulit luka, atau membrane mukosa.Kematian pada orang dewasa dapt terjadi dalam dosis 15 – 25 gram,sedangkan pada anak anak dalam dosis 5 – 6 gram.
Formalin
Rumus struktur
Formalin merupakan gas formaldehid yang tersedia dalam bentuk larutan 40% (40% gas formaldehid dalam air ).Bahan ini dengan mudah dapt diperolah di toko took kimia dengan nama dagang formol, formalin, atau mikrobisida dengan rumus molekul CH2O.Formalin bisa berbentuk cairan jernih, tidak berwarna, dan berbau menusuk,uapnya merangsang selaput lender hidung dan tenggorokan,dan rasa membakar, atau berbentuk tablet dengan berat masing masing 5 gram.Dalam formalin biasanya ditambahkan methanol 10 – 15% untuk menghindari polimerisasi.Bobot tiap milliliter ialah 1,08 gram, dapt bercampur dalam air dan alcohol, tetapi tidak bercampur dalm kloroform dan eter.Menurut Reinolds (1982),formaldehid adalh gas dengan titik didih 210C sehingga tidak dapat disimpan dalm keadaan cair atau gas.dalam perdagangan dijumpai formalin,yaitu larutan formaldehid yang mengandung 34 – 38 % b/b CH2O dengan metal alcohol sebgai stabilisator agar tidak terjadi polimerisasi formaldehid menjadi paraformaldehid yang padat
Formalin sebenarnya adalah bahan pengawet yang digunakan dalam dunia kedokteran, misalnya sebagi bahan pengawet mayat.Bahan ini juga biasa digunakan untuk mengawetkan hewan hewan untuk keperluan penelitian.Selain sebagai pengawet, Formalin juga memiliki fungsi sebagi zat anti septic untuk membunuh mikroorganisme, desinfektan pada kandang ayam dan sebagainya,antihidrolik sehingga bias digunakan sebagai bahn deodorant, bahna campuran dalam pembuatan kertas tisu toilet, bahn baku industry pembuatan lem plywood, resin, maupun tekstil.
Meskipun begitu saat ini formalin disalahgunakan sebagai bahn tamabahn pangan.Para produsen menggunakan formalin sebagai bahan pengawet pada bakmi, ayam potong, tahu, bakso, ikan asin, dan ikan segar.Menurut uji laboratorium bakmi yang diberi tambahn formalin dapat tidak rusak selama dua hari dalam suhu kamar (250C) dan bertahan lebih dari lima belas hari dalam lemari es ( suhu 150 C), secara fisik mie tampak lebih mengkilap dan tidak lengket, tidak dikerumuni lalat dan lebih kenyal.Ciri daging yang diberi formalin secara fisik daging sedikit lebih tegang (kaku), tidak dikerumuni lalat dan dalam uji klinis,jika daging dimasukkan dalam reagen maka akan timbul gelembung gas.Sedangkan dalam tahu dan bakso, formalin menyebabkan tahu bisa tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar ( 25% C) dan bertahn hingga 15 hari dalam lemari es, tekstur keras tetapi tidak padat, terasa kenyal bila ditekan dan tidak dikerumuni lalat.
Formalin member dampak yang sangat membhayakan bagi kesehatan manusia berdasarkan konsentrasi dari subtansi formaldehid yang terdapat di udara dan juga dalam produk produk pangan.Formalinjika dalam konsentrasi yang tinggi dalam tubuh, akan bereaksi secara kimia denagn hamper semua zat kimia di dalm sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.selain itu, Kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga meneyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik dan bersifat mutagenic, serta orang yang mengonsumsi akan muntah, diarte bercampur darah, dan kematian yang disebabkan kegagalan dalam peredaran darah.Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan sehingga merangsang hidung, tenggorokan dan mata.DepKes RI berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/MenKes/Per/IX/88 mendefinisikan bahan tambahan pangan seperti formalin merupakan bahan tambahan pangan yang dilarang.
Formalin dapat bereaksi dengan cepat pada lapisan lender saluran pencernaan dan saluran pernapasan.Di dalam tubuh bahan ini secara cepat dioksidasi membentuk asam formiat terutama di hati dan sel darah merah.formalin juga menyebabkan degenerasi saraf optic, karena terbentuknya asam format dalam jumlah yang banyak dan asidosis inilah yang menyebabkan timbulnya gejala umum dan dapat menimbulkan kematian.
Khusus mengenai sifatnya yang karsinogenik,formalin termasuk ke dalam karsinogenik golongan IIA yaitu golongan senyawa karsinogenik yang masih dalam tahap diduga karena data hasil uji coba pada manusia masih kurang lengkap.”dalam jumlah sedikit formalin larut dalam air,serta akan dibuang bersama cairan tubuh, itu sebabnya formalin sulit dideteksi keberadaannya di dalam darah.
Dulsin
Rumus struktur
Dulsin atau dulcin juga dikenal dengan nama perdagangan sucrol, valsin merupakan senyawa p-etoxiphenil-urea,p-phenetilurea atau p-phenetolkarbamida dengan rumus C9H12N2O2.Dulsin dalam bahn pangan digunakan sebagi pengganti sukrosa bagi orang yang perlu diet karena dulsin tidak memiliki nilai gizi.
Kristal dulsin membentuk jarum yang mengkilap dan intensitas rasa manisnya sekitar 250 kali ( antara 70 – 350 kali ) dari rasa manis sukrosa.Titik cair ktistal terletak pada suhu 173 -1740 C.Daya larutnya dalam 800 gram air atau 50 bagian air mendidih atau 25 dari alcohol.
Komposisi dan bentuk dulsin secara kimiawi dapt dibuat dari p-phenetidin (C8H11NO) yang direaksikan dengan phosgene (COC12) dan kemudian dengan ammonia atau dapat juga mereaksikan p-phenetidin dengan urea.Mempunyai berat molekul 180,20 dengan pemecahan semprna menghasilkan C = 59,98%,H = 6,72 %, dan O = 17,76%.
Konsumsi dulsin yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang membahayakn bagi kesehatn, karena ternyat dosis kematian pada anjing sebesar 1,0 gl/2 kg.
Nitrofurazon
Rumus struktur
Nitrofurazon memiliki rumus kimia C6H6N4O4, dikenal sebagai 2-[(5-nitro-2-furanyl) methylene hydrazinecarboxamide; 5-nitro-2-furaldehid semicarbazone; dan mempunyai nama dagang amifur, furazin, chemofuran, furesol, nifuzon, nitrofural, nitrozone, furacinneten, furacoocid, furasol w,mammex, furaplast, coxistat, aldomycin, nefco, serta vabrocid.
Nitrofurazon digunakn dalm pakan ternak,Pada pangan digunakan sebagai senyawa anti mikroba dan mempunyai komposisi kimia sebagi berikut ; nitrofurazon dibentuk dari 2-formyl-5-nitrofuran dan semicarbazide hydrochloride.Memiliki berat massa 198,14 dengan komposisi C=36,67%, H=3,05%, Dan O = 32,30%.
Nitrofurazon memiliki sifat, berwarna kuning muda, berasa pahit, terukur pada panjang gelombang maksimum 375 nm.larut sangat baik dalm air dengan perbandingan 1:4200 dan larutv dalam alcohol dengan perabndiangan 1: 590, dalam propylene glycol dengan perbandingan 1:350.Dapat larut dalam larutan alkalin dengan menunjukkan warna jingga terang.Tidak larut dalam eter.Memiliki pH larutan jenuh 6 – 6,5.
Efek farmakologi nitrofuran dari hasil penelitian terhadap tikus, maka LD50 datri zat ini adalah 0,59 g/kg pemberian secara oral dapat menyebabkan skin lessison pada kulit serta infeksi pada kandung kemih.
Asam Salisilat
Rumus struktur
Asam salisilat memiliki rumus kimia C7H6O3.Penggunaan asam salisialt dalam pangan ditambahkan sebagi aroma penguat rasa.Komposisi asam salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5% C7H6O3,berbentuk hablur ringan tak berwarna, atau serbuk berwarna putih dengan rasa agak manis dan tajam,biasanya tak berawarna tetapi serbuknya mengiritasi hidung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar